Dunia Dari Keping Ingatan

Dunia Dari Keping Ingatan Kau Robek Sejarah Kampung Ini Seperti Memutus Lelayangan Dari Tali Tapi Ke Manakah Kami Pergi Di Manakah Kami Kembali Ke Arah Mereka Kami Tak Sampai, Ke Arah Kalian Kami TerabaiF Aziz Manna Adalah Penyair Berbakat Yang Pernah Memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa Puisi Puisi Dalam Dunia Dari Keping Ingatan Menghadirkan Kembali Wajah Sebuah Kota Yang Terhapus Dari Peta Karena Kecerobohan Dan Keegoisan Sekelompok Manusia Kampung Menghilang, Kubur Leluhur Tenggelam, Rumah Berlayar Di Atas Lumpur Para Penghuninya Hanya Abadi Dalam BeritaBerlatar Belakang Peristiwa Lumpur Sidoarjo, Dunia Dari Keping Ingatan Menggiring Kita Menikmati Sebuah Perjalanan Menyusuri Kenangan Tanpa Monumen, Mengecap Manisnya Cerita Masa Lalu Yang Tak Berjejak, Sekaligus Menyesap Kegetiran Yang Tak Kunjung Pergi

Is a well-known author, some of his books are a fascination for readers like in the Dunia Dari Keping Ingatan book, this is one of the most wanted F. Aziz Manna author readers around the world.

❮PDF / Epub❯ ☉ Dunia Dari Keping Ingatan ✩ Author F. Aziz Manna – Ultimatetrout.info
  • Paperback
  • 140 pages
  • Dunia Dari Keping Ingatan
  • F. Aziz Manna
  • Indonesian
  • 24 July 2018

10 thoughts on “Dunia Dari Keping Ingatan

  1. says:

    Semenjak Playon, entah mengapa saya menyukai gaya berpuisi F Aziz Manna Dia tidak terjebak untuk bermain main dengan gaya ringkas dan guyon, puisi Manna adalah puisi yang liris entahlah menamakannya , tapi punya kekuatan magis Kalau di Playon kita akan dibawa ke zona penuh romantisme dan kenangan masa kecil dan kampung halaman, di buku ini penyair membawa nuansa yang lebih haru tragedi lumpur lapindo SadiiissssKalau mengutip kata Bambang Sugiharto, bahwa bahasa adalah bor Maka Manna telah menggali duka dan lara warga sekitar lapindo dalam puisinya Sejak halaman pertama nuansanya emang sedih banget Kalau saya usul, meski mungkin penulisnya kurang sepakat dibawa ke UWRF saja tahun depan buku ini Karena, temanya adalah tema kemanusiaan yang sangat disukai di panel panel UWRF.

  2. says:

    Saya tidak mengenal Manna sama sekali Sekalinya kenal hanya karena embel embel pemenang Kategori Puisi KSK 2016 Ini mengejutkan, saya memang akhir akhir tahun belakangan sangat sulit untuk menyelesaikan buku sampai benar benar tuntas Ini kesalahan paling saya sesali di 2017 tidak menyelesaikan satu buku pun secara serius Fatal Tapi, setelah kegiatan berentet itu selesai, dan skripsweet sudah berangsur angsur lebih sederhana Saya memutuskan untuk membaca buku ini di awal tahun 2018 Voila, selesai dalam 2 hari, saya pikir, tidak pernah membaca buku akan menurunkan kecepatan, daya serap, dan keseriusan dalam membaca Dan benar saya kehilangan salah satu diantara ketiga hal tersebut, yakni speed Saya lebih lamban dalam membaca Namun, untuk daya serap dan keseriusan, saya pikir saya masih berada pada level yang sama ketika sebelum saya vakum dari dunia perbukuan.Manna, seperti apa yang dibilang Teguh Affandi bahwa ia tidak seperti penyair kebanyakan terutama jaman sekarang yang kerapkali terjebak pada puisi puisi ringkas Manna menyajikan bahwa pemenang KSK tidak semata mata mempunyai ketahanan dalam menulis puisi, mengarang indah dan melihat dari sudut pandang berbeda Jauh di atas segalanya, Dunia dari Keping Ingatan adalah kenangan kemanusiaan Bahwa banyak yang terjadi pada bumi kita, tapi sering kita alpa terhadapnya Manna membuka itu, Manna memperpanjang ingatan dengan menulis kenangan itu sendiri.Setiap baitnya adalah kesedihan.Dan setiap baitnya pula adalah kesadaran.Dalam buku ini, kita kembali pada apa yang dibilang Soekarno, Jangan sekali kali melupakan sejarah Pembuka yang baik, terima kasih Manna

  3. says:

    Saya sudah terpikat dengan karya karya F Aziz Manna sejak Playon Saya senang dengan gaya Mas Aziz berpuisi Lewat buku ini pun demikian, saya tetap terpikat oleh puisi puisinya Lebih dari itu, saya kagum karena Mas Aziz bisa mengangkat isu Lapindo, yang mulai usang dan dihiraukan, sehingga bisa kembali memiliki suara, sekaligus pengingat bahwa keserakahan dan kelalaian manusia bisa dan sangat bisa menuai bencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *